muhammadiyahjateng.or.id, SEMARANG – Sebanyak 24 perwakilan negara dipastikan akan menghadiri Muktamar Tapak Suci 2026 di Semarang, Jawa Tengah, pada 6-9 Agustus mendatang untuk memperkuat posisi pencak silat sebagai bela diri yang mendunia.
Rencana besar ini menjadi pembahasan utama saat jajaran Pimpinan Wilayah (PW) Tapak Suci Jawa Tengah menggelar audiensi strategis dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Pertemuan tersebut mematangkan kesiapan teknis sekaligus memperkuat visi internasionalisasi organisasi menjelang forum tertinggi tersebut.
Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, menekankan pentingnya kehadiran perwakilan dari puluhan negara tersebut untuk memperkuat citra organisasi di mata dunia. “Tapak Suci harus menunjukkan bahwa keberadaannya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga telah berkembang di berbagai negara,” ujar Dodok Sartono.
Parade Pesilat Dunia di Simpang Lima
Pihak penyelenggara telah menyiapkan panggung megah untuk menyambut para atlet internasional. Rencananya, pembukaan Muktamar Tapak Suci 2026 akan berlangsung secara terbuka di ikon Kota Semarang, yakni Lapangan Simpang Lima pada 7 Agustus 2026.
Dodok berharap para pesilat mancanegara tersebut dapat berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan di Jawa Tengah. Kehadiran mereka akan menegaskan posisi Tapak Suci yang semakin mendunia melalui performa fisik dan mental yang unggul.
“Dari 24 negara tersebut, kita berharap nantinya dapat ikut tampil dan berlaga di Jawa Tengah. Hal ini akan semakin menegaskan bahwa Tapak Suci telah mendunia,” lanjut Dodok Sartono dalam audiensi tersebut.
Momentum Evaluasi dan Suksesi Kepemimpinan
Ketua Umum Tapak Suci Muhammadiyah Jateng, H. Wiwoho Aji Santoso, menjelaskan bahwa Muktamar bukan sekadar ajang seremonial. Menurutnya, agenda ini merupakan otoritas tertinggi organisasi untuk menentukan arah gerak ke depan melalui evaluasi mendalam.
“Muktamar akan menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja kepengurusan, penyampaian laporan pertanggungjawaban, serta perumusan program-program organisasi, baik jangka menengah maupun jangka panjang,” terang Wiwoho Aji Santoso.

Selain pembahasan program, Wiwoho menambahkan bahwa forum ini juga menjadi ajang krusial untuk regenerasi nakhoda baru. “Muktamar juga akan menjadi momentum untuk memilih kepengurusan baru pada periode berikutnya,” imbuhnya di hadapan jajaran PWM Jateng.
Sinergi Sumber Daya dan Venue UNIMUS
Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) resmi ditunjuk menjadi pusat kegiatan utama. Wiwoho memastikan pihaknya segera menjalin koordinasi intensif dengan pihak rektorat guna memenuhi segala kebutuhan logistik dan teknis Muktamar.
Penyelenggaraan Muktamar ke-16 ini juga akan berjalan beriringan dengan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah. Oleh karena itu, PWM Jawa Tengah menginstruksikan panitia untuk melakukan pembagian sumber daya manusia dan pendanaan secara kolektif demi efisiensi anggaran.
“Sebagai tuan rumah, insya Allah Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah Jawa Tengah siap mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Wiwoho Aji Santoso menutup keterangannya.
Editor: Al-Afasy

