SEMARANG — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) mendesak perumusan program kemandirian ekonomi secara konkret bagi para kader muda. Dorongan kuat ini mencuat menjelang pelaksanaan Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Jateng di Kota Magelang, merespons realitas masih banyaknya anggota yang kesulitan menembus lapangan kerja tetap.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Wahyudi, secara khusus menyoroti tantangan ekonomi para kader muda. Ia menilai banyak anggota yang saat ini masih berada pada masa pencarian jati diri. Sebagian besar dari mereka juga belum memiliki pekerjaan yang menetap.
“Maka perlu ada pemetaan apa kebutuhannya dan itu kemudian dirancang,” ujar Wahyudi.
Ia menegaskan langkah strategis ini dapat membuka peluang-peluang baru ke depan. Pemberdayaan Pemuda Muhammadiyah harus tampil progresif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Tantangan kemandirian ekonomi tersebut akan menjadi bahasan paling krusial. Forum Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Jateng di Kota Magelang mendapat tugas besar mencari solusi nyata. Seluruh peserta harus menampung dan membedah aspirasi dari para pimpinan daerah.
“Sehingga menjadi sebuah kajian dan akhirnya akan menjadi program kerja ke depan,” ujar Wahyudi menambahkan.
Harapannya, perumusan program kerja tersebut mampu mewujudkan kegiatan-kegiatan yang berdampak positif. Seluruh kader juga harus menjaga tingkat soliditas dan idealisme dengan sangat baik.
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jateng, Abdul Ghofar Ismail, memastikan jajarannya siap merumuskan gagasan besar tersebut. Panitia pelaksana kini terus merampungkan detail persiapan acara. Mereka telah mematangkan konsep pelaksanaan hibrida untuk menjangkau seluruh peserta.
“Insyaallah akan kita lakukan dua sesi, yang pertama online di tanggal 30 Agustus, kemudian offline di tanggal 6 September,” ujar Abdul Ghofar Ismail.
Nantinya, perwakilan dari 35 kabupaten dan kota akan menghadiri pertemuan puncak ini. Setiap delegasi daerah membawa formasi satu ketua dan empat anggota pimpinan. Ajang bergengsi ini menjadi momentum utama merapatkan barisan menyongsong program kerja hebat setahun ke depan.
Editor: Al-Afasy


